PEMBERIAN EDUKASI DAN SKRINING FAKTOR RISIKO HIPERTENSI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SURVEILANS PENYAKIT TIDAK MENULAR DI ERA PANDEMI COVID-19

PROVIDING EDUCATION AND SCREENING FOR HYPERTENSION RISK FACTORS AS AN EFFORT TO IMPROVE NON-COMMUNICABLE DISEASE SURVEILLANCE IN THE ERA OF THE COVID-19 PANDEMIC

  • Evi Susanti Sinaga Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti
  • Anika Dwi Apriyani Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti
  • Anindya Rezquyta Amelia Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti
  • Witriastika Suci Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan
  • Ali Vikri Anastasia Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada sektor kesehatan, ekonomi maupun sosial. Pada sektor kesehatan, bertambahnya jumlah kasus Covid-19 mengakibatkan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) seperti pos pelayanan terpadu (Posbindu) tidak bisa berjalan. Salah satu kegiatan yang berhenti adalah edukasi dan skrining faktor risiko hipertensi di masyarakat. Kondisi ini akhirnya berdampak pada surveilans faktor risiko hipertensi yang terganggu di puskesmas. Oleh karena itu, dilakukan pengabdian masyarakat melalui skrining faktor risiko hipertensi dan pemberian penyuluhan mengenai hipertensi. Sasaran kegiatan skrining adalah masyarakat usia produktif 15-59 tahun di Kecamatan Mampang Prapatan dan dilakukan dengan desain studi potong lintang. Sedangkan sasaran penyuluhan adalah kader yang bertanggung jawab sebagai pelaksana Posbindu. Pre test dan post test diberikan untuk mengukur tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan melalui zoom meeting. Hasilnya adalah 26,9% masyarakat mengalami hipertensi. Faktor –faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah usia di atas 50 tahun, memiliki IMT kategori gemuk, memiliki riwayat orang tua terkena hipertensi, perilaku konsumsi makanan bersantan, perilaku konsumsi makanan berlemak, tidak olahraga,  mengalami stres, sulit tidur, keluhan sakit kepala, dan keluhan sakit tengkuk (dengan nilai p-value <0,05). Pemberian penyuluhan kepada kader mampu meningkatkan pengetahuan mengenai hipertensi dengan nilai hasil pre test dan post test mengalami peningkatan yang bermakna (dengan nilai p-value<0,05).


Kata kunci: Edukasi, Hipertensi, Potong lintang, Skrining, Surveilans


ABSTRACT


The Covid-19 pandemic has had an impact on the health, economic and social sectors. The increasing number of Covid-19 cases has resulted in the inability of community-based health services such as integrated health posts. The activities that stop are health promotion and  hypertension risk factors screening in the community. This condition ultimately has an impact on impaired surveillance of hypertension risk factors at the public health center. Therefore, community service through hypertension risk factors screening and providing counseling about hypertension. The target of the screening activity is people of productive age 15-59 years in Mampang Prapatan District and carried out with a cross-sectional study design. The target of counseling is cadres who are responsible for implementing Posbindu. Pre-test and post-test are gived to measure the knowledge after counseling offered through zoom meetings. The result is 26.9% of people has hypertension. Risk factors related to hypertension include age over 50 years, BMI, fat category, parental history of hypertension, coconut milk consumption behavior, fatty food consumption behavior, not exercise, stress, difficulty sleeping, headache, and neck pain (with p-value <0.05). Providing counseling to cadres can increase knowledge about hypertension with pre-test and post-test scores improved significantly (with p-value <0.05).


Keywords: Education, Hypertension, Cross-sectional, Screening, Surveillance

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Menteri Kesehatan RI, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 4 Tahun 2019,” Jakarta, 2019. [Online]. Available: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__4_Th_2019_ttg_Standar_Teknis_Pelayanan_Dasar_Pada_Standar_Pelayanan_Minimal_Bidang_Kesehatan1.pdf.
[2] Kementerian Kesehatan RI, “Petunjuk Teknis Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM),” Jakarta, 2012. [Online]. Available: http://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/2016/10/Petunjuk-Teknis-Pos-Pembinaan-Terpadu-Penyakit-Tidak-Menular-POSBINDU-PTM.pdf.
[3] Kementerian Kesehatan RI, “Pedoman Surveilans Penyakit Tidak Menular,” Jakarta, 2013. [Online]. Available: http://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/2016/10/Pedoman-Surveilans-Penyakit-Tidak-Menular-2014.pdf.
[4] E. S. Sinaga, “Surveilans Epidemiologi,” in Teori dan Aplikasi Epidemiologi Kesehatan, Yogyakarta: Zahir Publishing, 2021.
[5] N. Aeni, “Pandemi Covid-19: Dampak Kesehatan, Ekonomi, dan Sosial,” J. Litbang Media Inf. Penelitian, Pengemb. dan IPTEK, vol. 17, no. 1, pp. 17–34, 2021, [Online]. Available: http://ejurnal-litbang.patikab.go.id/index.php/jl/article/view/249/160.
[6] Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, “Informasi Statistik COVID-19 Berbasis Kelurahan Provinsi DKI Jakarta,” 2021. https://corona.jakarta.go.id/id/statistik-covid-19-berbasis-kelurahan (accessed Jun. 10, 2021).
[7] Kementerian Kesehatan RI, “Petunjuk Teknis Surveilans Penyakit Tidak Menular,” Jakarta, 2015. [Online]. Available: http://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/2016/10/Petunjuk-Teknis-Surveilans-Penyakit-Tidak-Menular.pdf.
[8] D. Banerjee et al., “Impact of the COVID-19 pandemic on psychosocial health and well-being in South-Asian (World Psychiatric Association zone 16) countries: A systematic and advocacy review from the Indian Psychiatric Society,” Indian J. Psychiatry, vol. 62, no. Suppl 3, pp. S343–S353, Sep. 2020, doi: 10.4103/psychiatry.IndianJPsychiatry_1002_20.
[9] T. Shrout, D. W. Rudy, and M. T. Piascik, “Hypertension update, JNC8 and beyond,” Curr. Opin. Pharmacol., vol. 33, pp. 41–46, 2017, doi: https://doi.org/10.1016/j.coph.2017.03.004.
[10] A. Basit, S. Tanveer, A. Fawwad, and N. Naeem, “Prevalence and contributing risk factors for hypertension in urban and rural areas of Pakistan; a study from second National Diabetes Survey of Pakistan (NDSP) 2016–2017,” Clin. Exp. Hypertens., vol. 42, no. 3, pp. 218–224, Apr. 2020, doi: 10.1080/10641963.2019.1619753.
[11] L. Sofiana, Y. Puratmadja, B. S. K. Sari, A. H. R. Pangulu, and I. H. Putri, “Pengetahuan Tentang Hipertensi Melalui Metode Penyuluhan,” J. Pemberdaya. Publ. Has. Pengabdi. Kpd. Masyarakat; Vol 2, No 1, 2018, doi: 10.12928/jp.v2i1.443.
[12] T. Ramdanti, E. Hasnita, and Oktavianis, “Penyuluhan Kesehatan Terhadap Perilaku Sehat Pasien Hipertensi,” J. Kesehat., vol. 12, pp. 55–60, 2021, doi: http://dx.doi.org/10.35730/jk.v12i1.631.
[13] Azrimaidaliza, Isniati, R. Asri, Annisa, A. Mardina, and R. Sarita, “Upaya Peningkatan Kualitas Hidup dengan Penerapan Pola Hidup Sehat pada Penderita Diabetes Mellitus dan Hipertensi dalam Klub Prolanis (Efforts to Improve The Quality of Life with The Implementation of The Healthy Living Patterns in People with Diabetes M,” LOGISTA-Jurnal Ilm. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 2, no. 1, pp. 48–56, 2018.
Published
2021-12-30
How to Cite
SINAGA, Evi Susanti et al. PEMBERIAN EDUKASI DAN SKRINING FAKTOR RISIKO HIPERTENSI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SURVEILANS PENYAKIT TIDAK MENULAR DI ERA PANDEMI COVID-19. LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 181-188, dec. 2021. ISSN 2655-951X. Available at: <http://logista.fateta.unand.ac.id/index.php/logista/article/view/899>. Date accessed: 17 may 2022. doi: https://doi.org/10.25077/logista.5.2.181-188.2021.
Section
Articles