PERBAIKAN MUTU DAN PRODUKSI TELUR ASIN PADA KELOMPOK USAHA TELUR ASIN DI SICINCIN, KABUPATEN PADANG PARIAMAN

  • Deni Novia
  • Indri Juliyarsi
  • Sri Melia

Abstract

ABSTRAK


Sicincin merupakan salah satu produsen telur asin yang cukup besar di Padang Pariaman. Jumlah produsen telur asin di daerah ini berkisar antara 8-10 produsen, dengan produksi harian rata-rata sekitar 500-1500 butir telur untuk satu produsen, namun pada waktu lebaran sampai 2000-5000 butir, namun pemasaran terbesar hanya di daerah ini saja, memiliki rasa khas, disukai sehingga masih terbuka peluang pemasaran yang lebih luas sebagai makanan khas dari Sicincin. Faktor terpenting yang menjadi kendala pemasaran adalah umur simpan telur asin yang pendek (paling lama sekitar 2-3 hari) dan mutu yang kurang konsisten. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah penyuluhan, demonstrasi, pelatihan, konsultasi dan diskusi dilanjutkan dengan evaluasi. Kelompok usaha telur asin Sicincin sangat antusias dengan hadirnya 1) pengenalan teknologi pengolahan dengan berbagai metode yang dapat memperpanjang umur simpan hingga 1 bulan atau lebih dan 2) demonstrasi dan pelatihan berbagai telur asin aneka rasa dengan label dan kemasan yang menarik. Kelompok usaha telur asin di Sicincin disarankan untuk menerapkan teknologi pengolahan dengan metode yang tepat dan aneka rasa telur asin dengan label dan kemasan yang menarik untuk meningkatkan mutu produknya.


Kata kunci: Mutu, Pemasaran, Produksi, Produsen telur asin, Umur simpan


 


QUALITY IMPROVEMENT AND PRODUCTION OF BUSINESS GROUP SALTED EGGS IN SICINCIN, PADANG PARIAMAN REGENCY


Deni Novia1), Indri Juliyarsi2) dan Sri Melia3)


­1)Animal Science Faculty, Universitas Andalas email: deni.novia@gmail.com


2) Animal Science Faculty, Universitas Andalas email: i.juliyarsi@gmail.com


3) Animal Science Faculty, Universitas Andalas email: sri.melia75@gmail.com


ABSTRACT


Sicincin is one of the largest producers of eggs in Padang Pariaman. The number of producers of salted eggs in this area ranges from 8-10 producers, with average daily production of about 500-1500 eggs for one producer, but at the time of Eid to 2000-5000 grains, it is intact only in the area alone, has a unique taste, favored and still open wider marketing opportunities as specialties of Sicincin. The most important factor to be the marketing goal is the short shelf life of briny eggs (at most about 2-3 days) with less consistent quality. Methods of implementation of this activity are counseling, demonstration, training, consultation and follow-up discussion with evaluation. Sicincin salted egg business group was very enthusiastic with the presence of 1) introduction of processing technology with various methods that can save shelf life up to 1 month or more and 2) innovation and development of various kinds of flavors with labels and packaging of interest.


Keywords: Quality, Marketing, Production, Producers of salted eggs, Shelf life

Published
2018-04-25
How to Cite
NOVIA, Deni; JULIYARSI, Indri; MELIA, Sri. PERBAIKAN MUTU DAN PRODUKSI TELUR ASIN PADA KELOMPOK USAHA TELUR ASIN DI SICINCIN, KABUPATEN PADANG PARIAMAN. LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 2, n. 1(Jan-Jun), p. 1-14, apr. 2018. ISSN 2579-6283. Available at: <http://logista.fateta.unand.ac.id/index.php/logista/article/view/88>. Date accessed: 16 nov. 2018.
Section
Articles