TOURISM RECOVERY MELALUI PELATIHAN KULINER HALAL PADA PENGELOLA HOMESTAY NAGARI HARAU DI ERA NEW NORMAL

TOURISM RECOVERY THROUGH HALAL CULINARY TRAINING IN NAGARI HARAU HOMESTAY MANAGERS IN THE NEW NORMAL ERA

  • Anni Faridah Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Universitas Negeri Padang
  • Sari Mustika Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Universitas Negeri Padang
  • Ezi Anggraini Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Universitas Negeri Padang

Abstract

Pandemik Covid 19 membuat wisatawan memilih tujuan wisata yaitu daerah yang jauh dari keramaian dan memilih menginap di homestay untuk menghindari kerumunan. Bagi wisatawan, objek wisata alam, kuliner dan pengalaman unik merupakan daya tarik untuk melakukan kunjungan wisata ke suatu daerah. Wisatawan datang ke suatu daerah untuk berburu atau bernostalgia dengan alam sekaligus menikmati makanan khas daerah setempat. Di era new normal ini, industri pariwsata melakukan “tourism recovery” menata kembali objek wisata,  wisata kuliner dan homestay sehingga mejadi destinasi wisata yang sesuai dengan kondisi pandemik. Nagari Harau tergolong nagari yang tingkat ekonomi masyarakat rendah dan keadaan sarana dan prasarana yang belum memadai, penghasilan masyarakat yang rendah serta sumber daya manusia baik ilmu pengetahuan maupun keterampilan masih belum terlatih. Di Nagari Harau terdapat homestay yang hanya baru sebatas menyediakan tempat dan belum memiliki pengetahuan untuk memberikan pengalaman yang unik seperti menyiapkan makanan khas Harau; khas Sumatera Barat atau makanan nusantara. Setiap homestay perlu diberikan/ditingkatkan pengetahuan dan keterampilan yaitu peningkatan wawasan, keterampilan, dan manajemen, tentang penerapan olahan makanan dan minuman khas Harau, khas Minang. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat lokal Nagari Harau Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota menuju pariwisata halal khususnya dibidang kuliner halal.


Kata kunci: harau,  homestay, kuliner halal, new normal


 ABSTRACT


The Covid-19 pandemic has made tourists choose tourist destinations, namely areas that are far from the crowds and choose to stay at homestays to avoid crowds. For tourists, natural attractions, culinary and unique experiences are the main attraction for visiting an area. Tourists come to an area to hunt or reminisce with nature while enjoying the local specialties. In this new normal era, the tourism industry is carrying out "tourism recovery" rearranging tourist attractions, culinary tourism and homestays so that they become tourist destinations that are in accordance with the conditions of the pandemic. Nagari Harau is classified as a nagari with a low level of community economy and inadequate facilities and infrastructure, low community income and human resources both in terms of knowledge and skills are still not trained. In Nagari Harau there are homestays that are only limited to providing a place and do not yet have the knowledge to provide unique experiences such as preparing Harau specialties; typical of West Sumatra or archipelago food. Each homestay needs to be given/improved knowledge and skills, namely increasing insight, skills, and management, regarding the application of processed food and beverages typical of Harau, typical of Minang. This training activity aims to empower the local community of Nagari Harau, Harau District, Limapuluh Kota Regency towards halal tourism, especially in the field of halal culinary.


Keywords: Tourism recover, halal culinary, homestay, harau

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Baeda, A.G., Bangu, B., Susanti, R.W., Tukatman, T., Siagian, H.J., Tulak, G.T. And Saputri, E., 2020. Pembagian Hand Sanitizer Pada Pedagang Takjil Dalam Masa Pandemi Covid 19 Di Lingkungan Kelurahan Laloeha Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka. Logista-Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), Pp.1-6.
[2] Trisakti, S.T.P., 2020. Pengaruh Fasilitas Terhadap Keputusan Menginap Di Homestay Desa Cipasung, Kuningan. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 25(1).
[3] Lasibey, A.A., 2020. Pengelolaan Homestay Lopo Mutis Di Desa Wisata Fatumnasi. Tourism: Jurnal Travel, Hospitality, Culture, Destination, And Mice, 3(1), Pp.43-51..
[4] Puspitasari, D., Ahimsa-Putra, H.S. And Wijono, D., 2019. Persepsi Dan Pengelolaan Homestay Di Desa Wisata Wukirsari, Bantul. Jurnal Kawistara, 9(1), Pp.1-14.
[5] Gusriza, F., 2021. Pelaku Dalam Pengelolaan Homestay Di Kawasan Saribu Rumah Gadang Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat. Journal Of Tourism And Creativity, 5(1).
[6] Zahrah, A. And Fawaid, A., 2019. Halal Food Di Era Revolusi Industri 4.0: Prospek Dan Tantangan. Hayula: Indonesian Journal Of Multidisciplinary Islamic Studies, 3(2), Pp.121-138.
[7] Nurdin, N., Novia, N., Rahman, A. And Suhada, R., 2019. Potensi Industri Produk Makanan Halal Di Kota Palu. Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Bisnis Islam, 1(1), Pp.1-12.
[8] Izzuddin, A., 2018. Pengaruh Label Halal, Kesadaran Halal Dan Bahan Makanan Terhadap Minat Beli Makanan Kuliner. Jurnal Penelitian Ipteks, 3(2), Pp.100-114..
[9] Kusumaningtyas, M. And Lestari, S., 2020. Model Pengembangan Makanan Dan Pariwisata Halal Di Indonesia. Media Mahardhika, 19(1), Pp.44-49..
[10] Faridah, A., Mustika, S. And Anggraini, E., 2020. Pkm Kuliner Halal Berbahan Baku Lokal Berbasis Revolusi Industri 4.0 Di Nagari Harau Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota. Journal Of Community Service, 2(2), Pp.071-075.
[11] Rosalina, E., Ahmad, A.W. And Haryadi, A.D., 2015. Strategi Pengembangan Makanan Unggulan Minangkabau Berdaya Saing Global. Akuntansi Dan Manajemen, 10(2), Pp.41-50
Published
2022-01-06
How to Cite
FARIDAH, Anni; MUSTIKA, Sari; ANGGRAINI, Ezi. TOURISM RECOVERY MELALUI PELATIHAN KULINER HALAL PADA PENGELOLA HOMESTAY NAGARI HARAU DI ERA NEW NORMAL. LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 249-254, jan. 2022. ISSN 2655-951X. Available at: <http://logista.fateta.unand.ac.id/index.php/logista/article/view/803>. Date accessed: 17 may 2022. doi: https://doi.org/10.25077/logista.5.2.249-254.2021.
Section
Articles