PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK MELALUI BUDIDAYA TANAMAN PALAWIJA DENGAN APLIKASI TEKNOLOGI RIZOBAKTERI INDIGENOS DI NAGARI SUNGAI DURIAN KABUPATEN SOLOK

  • Yulmira Yanti Universitas Andalas
  • Munzir Busniah Universitas Andalas
  • Trimurti Habazar Universitas Andalas
  • Zulfadli Syarief Universitas Andalas
  • Intan Sari Pasaribu Universitas Andalas

Abstract

ABSTRAK

Nagari Sungai Durian Kabupaten Solok merupakan salah satu nagari yang memiliki berbagai permasalahan seperti kekeringan, tingginya jumlah lahan tidur dan jauhnya akses. Tanaman utama yang ditanam saat musim hujan adalah padi sawah, namun sebagian besar lahan menjadi lahan tidur saat musim kemarau. Solusi yang dapat ditawarkan adalah dengan penanaman tanaman palawija yang lebih tahan terhadap kekeringan dan penggunaan rizobakteri sebagai agens pengendali hama dan penyakit. Selain sebagai agens pengendali hama dan penyakit, penggunaan rizobakteri juga sebagai PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam budidaya tanaman palawija dengan aplikasi teknologi rizobakteri indigenos. Kegiatan ini dilakukan dengan cara sosialisasi dan demonstrasi plot. Adapun luaran yang didapat dari program pengabdian masyarakat ini adalah :1) Masyarakat mendapatkan pengetahuan serta menguasai teknik budidaya tanaman palawija yang baik (jagung, singkong dan ubi jalar); 2) pengetahuan mengenai teknologi pemanfaatan rizobakteri sebagai agens hayati dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman serta peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman palawija; 3) Mendapatkan produk pertanian organik (jagung, singkong dan ubi jalar) yang bebas dari penggunaan pupuk dan pestisida sintetik.


Kata kunci : Agens hayati, Rizobakteri, PGPR, Tanaman palawija


ABSTRACT

Nagari Sungai Durian of Solok District is one of the village that has various problems such as drought, high number of unused land and the distance of urban access. The main crops in this village grown during the rainy season are wetland paddy, but most of the land becomes unused during the dry season. The solution that can be offered is by planting crops that are more resistant to drought and the use of rhizobacteria as pest and disease control agents. In addition to pest and disease control agents, the use of rhizobacteria which also called PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) that can increase growth and yield of plants. The purpose of this community service program is to provide knowledge to the community in the cultivation of secondary crops with the application of indigenous rhizobacteria technology. This activity is done by socialization and demonstration plot. The outcomes obtained from this community service program are: 1) Communities gain knowledge and master good cultivation of secondary crops (corn, cassava and sweet potatoes); 2) knowledge of rhizobacteria utilization technology as biological agent in plant pests and diseases control and improvement of crops' growth and yield; 3) Obtain organic agricultural products (corn, cassava and sweet potato) that are free from the use of synthetic fertilizers and pesticides.


Keywords: Biological agents, Rhizobacteria, PGPR, Secondary crops

Published
2017-12-15
How to Cite
YANTI, Yulmira et al. PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK MELALUI BUDIDAYA TANAMAN PALAWIJA DENGAN APLIKASI TEKNOLOGI RIZOBAKTERI INDIGENOS DI NAGARI SUNGAI DURIAN KABUPATEN SOLOK. LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 1, n. 2(Jul-Des), p. 88-94, dec. 2017. ISSN 2579-6283. Available at: <http://logista.fateta.unand.ac.id/index.php/logista/article/view/75>. Date accessed: 24 apr. 2018.
Section
Articles