CONTINUITY OF CARE PADA NEONATUS DAN BAYI DI ERA PANDEMI COVID-19 DI SUMATERA BARAT

  • Lusiana El Sinta Bustami Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas
  • Yulizawati Yulizawati Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas
  • Erda Mutiara Halida Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas
  • Fitrayeni Fitrayeni Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas
  • Rafika Oktova Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas
  • Laila Rahmi Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas
  • Ulfa Farrah Lisa Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas
  • Aldina Ayunda Insani Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas
  • Uliy Iffah Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas
  • Feni Andriani Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas
  • Miranie Safaringga Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Abstract

Bayi Baru Lahir dan neonatus memiliki resiko ganggguan kesehatan paling tinggi, berbagai masalah kesehatan bisa muncul, sehingga tanpa penanganan yang tepat, akan memiliki dampak berbahaya pada bayi. Saat ini, Indonesia sedang menghadapi bencana nasional non alam Covid-19 sehingga pelayanan kesehatan maternal dan neonatal menjadi salah satu layanan yang terkena dampak baik secara akses maupun kualitas. Kasus Covid-19 untuk wilayah Sumatera Barat yang masih meningkat dan kasus positif tidak hanya terjadi pada wanita yang sehat, namun juga ada yang tanpa gelaja, wanita hamil, menyusui, bayi baru lahir, anak dan dewasa. Agar ibu dan bayi tetap dapat selalu mendapatkan asuhan selama masa pandemi, maka sebagai bidan dapat dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of care) pada ibu dan keluarga dengan lebih inovatif dengan tetap harus memperhatikan protokol kesehatan dalam memberikan asuhan pada ibu dan bayi. Tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan ini adalah meningkatnya angka derajat kesehatan yang lebih baik pada bayi, sehat fisik dan tumbuh serta berkembang secara normal di era pandemi covid-19. Metode yang dipakai dengan melakukan survey dan wawancara untuk pengumpulan data, analisis data, penyajian data, merumuskan pembahasan dan selanjutnya diberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) dilakukan dengan metode daring dengan menggunakan aplikasi SMS,video conference, zoom,WA dan aplikasi lainnya.


Kata kunci : Bayi Baru Lahir, Neonatus, Covid-19, Continuity of Care


ABSTRACT


Newborn and neonatus  have the highest risk of health problems, various health problems can arise. So that without proper handling, it will have a dangerous impact on the baby. Currently, Indonesia is facing a national non-natural disaster Covid-19 so that maternal and neonatal health services are among the services that are affected both in terms of access and quality. Covid-19 cases for the West Sumatra region are still increasing and positive cases do not only occur in healthy women, but also those who are uneasy, pregnant, breastfeeding, newborns, children and adults. So that mothers and babies can always receive care during the pandemic, as a midwife continuous midwifery care can be carried out for mothers and families more innovatively while still having to pay attention to health protocols in providing care to mothers and babies. The goals in this event that will be achieved are to increase the health status in babies, physically healthy and grow and develop normally in the era of the Covid-19 pandemic. The method used by conducting surveys and interviews for data collection, data analysis, data presentation, formulating discussions and give the education, information by online using SMS, video conferencing applications, zoom, WA and other video applications.


Keywords: Newborns, Neonates, Covid-19, Continuity of Care


 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-06-30
How to Cite
BUSTAMI, Lusiana El Sinta et al. CONTINUITY OF CARE PADA NEONATUS DAN BAYI DI ERA PANDEMI COVID-19 DI SUMATERA BARAT. LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 5, n. 1, p. 161-165, june 2021. ISSN 2655-951X. Available at: <http://logista.fateta.unand.ac.id/index.php/logista/article/view/660>. Date accessed: 17 sep. 2021. doi: https://doi.org/10.25077/logista.5.1.161-165.2021.
Section
Articles