DISEMINASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN BRIKET BERBAHAN DASAR KOTORAN KAMBING DAN LIMBAH SERBUK GERGAJI KAYU DI DISTRIK PRAFI KABUPATEN MANOKWARI

DISSEMINATION OF TECHNOLOGY BRIQUETTES BASED-ON GOAT MANURE AND SAWDUST WOOD IN PRAFI DISTRICT MANOKWARI REGENCY

  • Purwaningsih Purwaningsih Fakultas Peternakan, Universitas Papua
  • Noviyanti Noviyanti Fakultas Peternakan, Universitas Papua
  • Evi Warintan Saragih Fakultas Peternakan, Universitas Papua
  • Angelina Novita Tethool Fakultas Peternakan, Universitas Papua

Abstract

Biomassa yang berpotensi sebagai sumber energi terbaharukan jumlahnya sangat melimpah di Indonesia, biasanya memiliki nilai ekonomi rendah, serta merupakan limbah setelah diambil produk primernya. Limbah peternakan dan olahan kayu merupakan biomassa yang masih menjadi masalah bagi lingkungan, karena rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan limbah. Masyarakat juga mangalami masalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan rendahnya pendapatan, karena hanya bertumpu pada hasil pertanian. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah pengolahan limbah menjadi briket berbahan dasar campuran kotoran kambing dan serbuk gergaji kayu. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mendiseminasikan dan mendorong penerapan inovasi teknologi pengolahan limbah tepat guna dan memberikan alternatif potensi usaha yang dapat dikembangkan oleh masyarakat Distrik Prafi Kabupaten Manokwari. Metode diseminasi teknologi yang diterapkan adalah penyuluhan partisipatif, pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan masyarakat, hingga menjadi produk yang siap dipasarkan. Pengolahan kotoran kambing dan serbuk gergaji kayu menjadi briket dilakukan melalui tahapan pengeringan bahan baku, penggilingan, pencampuran bahan perekat, pencetakan, pengeringan, pengujian, dan pengemasan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan (1) berhasil mendiseminasikan inovasi teknologi pengolahan limbah peternakan dan olahan kayu menjadi sumber energi sebagai bahan bakar alternatif, (2) masyarakat terlibat secara aktif dalam semua kegiatan, dan (3) briket berbahan dasar kotoran kambing dan serbuk gergaji dapat menjadi sumber energi terbaharukan bagi masyarakat.


Kata kunci: Briket, Kotoran kambing, Serbuk gergaji kayu, Distrik Prafi


ABSTRACT


The potentially biomass as a source of renewable energy is very abundant in Indonesia. It is waste of primer product and has low economic value.  Livestock waste and  processed wood waste are biomass that become an issue to the environment, due to the low community knowledge on the waste processing.  Those wastes can be used as a source of renewable energy to tackle scarcity of fuel oil problem of the community. The using of combination of goat manure and sawdust wood as raw material of briquettes can be as a solution to environment and fuel availability problem. The community development activities aimed to disseminate and promote effective innovations technological waste treatment and provide an alternative business potential that may be developed by the Prafi District community, Manokwari Regency. The method of dissemination of technology is participatory counseling, in-house training, a demonstration, community assistance, and product marketing. The briquettes process consist of drying raw materials, milling, refining, adhesive mixing, printing, briquetes drying, testing of briquette quality, and packaging. The result showed that (1) briquettes technology had been successfully transfer to the community, (2) Participants of the community development activity were enthusiastic and involve that indicated by their participation, (3) The briquettes can be a source of renewable energy for the community.


Keywords: Briquettes, Goat manure, Sawdust wood, Prafi District

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] BPS Provinsi Papua Barat. Papua Barat Dalam Angka 2020. 2020. BPS Provinsi Papua Barat.
[2] BPS Kabupaten Manokwari. Kabupaten Manokwari Dalam Angka 2020. 2020. BPS Provinsi Papua Barat.
[3] Putri, A. A. I. K., I. W. S. Asmara, dan I. K. Aryana. 2014. Pengaruh jenis kotoran ternak terhadap kuantitas biogas. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 4(1): 45-49.
[4] Anonimus, 2020. https://suarapapua.com/2019/08/06/ini-luas-hutan-provinsi-dan-kabupaten-di-papua-dan-papua-barat/#:~:text=Luas%20hutan%20di%20Provinsi%20Papua%20Barat%20adalah%208.679.864%2C18,kabupaten%20Manakwori%201.054.267.73%20hektarDiakses tanggal 21 November 2020.
[5] Pari, G. 2004. Kajian struktur arang aktif dari serbuk gergaji sebagai adsorben emisi formaldehida dengan logis. Disertasi. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
[6] Statistical Estate Corps of Indonesia. 1998. Directorate General of Estate, Ministry of Agriculture, Jakarta.
[7] Martawijaya, A. dan P. Sutigno. 1990. Peningkatan efisiensi dan produktivitas pengolahan kayu melalui pengurangan dan pemanfaatan limbah. Seminar Teknologi Perkayuan. 22 Januari 1990. Jakarta.
[8] Hambali, E., S. Mujdalifah, A. H. Tambunan, A. W. pattiwiri, dan R. Hendroko. 2007. Teknologi Bioenergi. Agromedia. Jakarta.
[9] Sarjono dan M. Ridlo. 2013. Studi eksperimentasi penggunaan kotoran sapi sebagai bahan bakar alternatif. Majalah ilmiah STTR Cepu, 16 (11): 12-21.
[10]Santosa, R. Mislaini, dan S.P. Anugrah. 2010. “Studi Variasi Komposisi Bahan Penyusun Briket dari Kotoran Sapi dan Limbah Pertanian”. Jurusan Teknik Pertanian, Universitas Andalas.
www.opi.lipi.go.id/data/.../13086710
[11]Afriani, C. D., E. Yuvita dan Nurmalita. 2017. Nilai Kalor Briket Tempurung
Kemiri dan Kulit Asam Jawa dengan Variasi Ukuran Partikel dan Tekanan Pengepresan. Journal of Aceh Physics Society (JAcPS), 6 (1): 6-9.
[12]Sulmiyati dan N. S. Said. 2017. Pengolahan Briket Bio-Arang Berbahan Dasar Kotoran Kambing dan Cangkang Kemiri di Desa Galung Lombok, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar. JPKM, 3(1): 108 – 118.
[13]Susana, I. G. B. 2009. “Peningkatan Nilai Kalor Biomassa Kotoran Kuda dengan Metode Densifikasi dan Thermolisis”. Jurnal Teknik Mesin. Vol. 11 (2):103–107.
[14]Putro, S., Musabbikhah, dan Suranto, 2015. “Variasi Temperatur dan Waktu Karbonisasi untuk Meningkatkan Nilai Kalor dan memperbaiki Sifat Proximate Biomassa sebagai Bahan Pembuat Briket yang Berkualitas”. Simposium Nasional RAPI XIV. Hal:282–288.
[15]Rafsanjani, K. A., M. M. Sarwono, dan R. D. Noriyanti. 2012. “Studi Pemanfaatan Potensi Biomassa dari Sampah Organik sebagai Bahan Bakar Alternatif (Briket) dalam Mendukung Program Eco-Campus di ITS Surabaya”. Jurnal Teknik Pomits. Vol 1(1):1–6.
[16]Hendra, D. 2011. Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Untuk
Bahan Baku Briket Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 29 (2): 189-210.
[17]Patabang, D. 2012. “Karakteristik Termal Briket Arang Sekam Padi dengan Variasi Bahan Perekat”. Jurnal Mekanika. Vol 3(2):286–292.
[18]Hutasoit, A. 2012, Briket Arang dari Pelepah Salak. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas.
[19]Rahmadani, F. Hamzah, dan F. H. Hamzah, 2017. Pembuatan briket arang daun kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dengan perekat pati sagu (Metroxylon sago Rott.). JOM Faperta UR, 4 (1): 1-11.
[20]Kurniawan, R., C. Holmes, dan R. Muttaqien. 2007. “Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa dengan Penambahan Polietilen”. Seminar Tjipto Utomo, 30 Agustus 2007. Hal: 1–7.
[21]Hapid, A., Muthmainnah, dan Ahmad. 2018. Karakteristik Briket Arang Dari Campuran Tempurung Kelapa Dan Serbuk Gergaji Kayu Palapi (Heritiera Sp). J. ForestSains 15 (2): 47 – 57.
[22]Murni, R., Suparjo, Akmal, B. L. Ginting. 2008. “Buku Ajar Teknologi Pemanfaatan Limbah untuk Pakan Ternak”. Laboratorium Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jambi.
Published
2020-12-30
How to Cite
PURWANINGSIH, Purwaningsih et al. DISEMINASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN BRIKET BERBAHAN DASAR KOTORAN KAMBING DAN LIMBAH SERBUK GERGAJI KAYU DI DISTRIK PRAFI KABUPATEN MANOKWARI. LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 4, n. 2, p. 339-346, dec. 2020. ISSN 2655-951X. Available at: <http://logista.fateta.unand.ac.id/index.php/logista/article/view/553>. Date accessed: 04 mar. 2021.
Section
Articles