PENERAPAN DAN PENINGKATAN SANITASI MAKANAN PADA PRODUKSI KERUPUK IKAN DI UD SUMBER REJEKI KELURAHAN GUNUNG ANYAR TAMBAK KOTA SURABAYA

IMPLEMENTATION AND IMPROVEMENT OF FOOD SANITATION IN FISH CRACKERS PRODUCTION IN UD SUMBER REJEKI GUNUNG ANYAR TAMBAK VILLAGE SURABAYA CITY

  • Nove Kartika Erliyanti Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Andre Yusuf Trisna Putra Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Ira Wikartika Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Dika Prasetyo Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Rangga Kurnia Putra Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Norizul Inayah UD Sumber Rejeki Desa Gunung Anyar Tambak Kota Surabaya

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada mitra (UD Sumber Rejeki) adalah minimnya pengetahuan tentang sanitasi makanan pada produksi kerupuk ikan. Hal ini dapat terlihat dari kondisi peralatan yang digunakan dalam produksi kerupuk ikan yang belum sepenuhnya dipisahkan antara peralatan proses produksi dan peralatan rumah tangga. Kurangnya pengetahuan mitra juga ditunjukkan pada saat proses produksi belum menggunakan baju produksi (apron), topi koki, dan dalam produksi kerupuk ikan belum memenuhi kaidah atau pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan dan meningkatkan sanitasi makanan pada produksi kerupuk ikan sesuai dengan kaidah CPPOB. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi, pendampingan, dan edukasi tentang penerapan dan peningkatan sanitasi serta penggunaan peralatan yang sesuai dengan kaidah CPPOB. Metode lainnya adalah membantu pengadaan baju produksi (apron), topi koki, booklet yang berisikan sanitasi diri, bahan baku, peralatan, dan sanitasi ruangan. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra sangat antusias dalam menerima materi yang disampaikan dan berkomitmen untuk menerapkan dan meningkatkan sanitasi serta penggunaan peralatan sesuai dengan kaidah CPPOB, adanya baju produksi (apron), topi koki, masker, tempat sampah, dan booklet.


Kata kunci: CPPOB, Manajemen produksi, Produksi kerupuk ikan, Sanitasi, UD sumber  


                     rejeki


ABSTRACT


The problem that occurs to partner (UD Sumber Rejeki) is the lack of knowledge about food sanitation in fish crackers production. This can be seen from the condition of the equipment used in the production of fish crackers that has not been completely separated between the production process equipment and household appliances. The lack of knowledge of partner is also shown when the production process does not use apron, chef’s hat, and fish crackers production does not meet the rules for CPPOB. This aims to implement and improve food sanitation in fish crackers production in accordance with CPPOB principles. The method used in this activity is to conduct socialization, mentoring, and counseling on the implementation and improvement of sanitation and the use of equipment in according with CPPOB principles. Another method is to help procure apron, chef’s hat, booklets containing personal sanitation, raw materials, equipment, and room sanitation. The results of this activity is that the partner is very enthusiastic in receiving the material presented and is committed to implementing and improving sanitation and the use of equipment in accordance with CPPOB principles, the existence of apron, chef’s hat, masks, trash bins, and booklets.


Keywords: CPPOB, Fish Crackers Production, Production Management, Sanitation, UD sumber rejeki

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Badan Pusat Statistik. 2015. Kota Surabaya dalam Angka 2015. https://surabayakota.bps.go.id/publication/2015/10/30/ded0d1f83150c3cbe2fee327/surabaya-dalam-angka2015.html. Diakses pada tanggal 2 September 2019.
[2] Wahida, A. M., Primyastanto, M., and Utami, T. N. 2015. Pengembangan Usaha Kerupuk Ikan Payus (Elops hawaiensis) Pada UD SUmber Rejeki Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur. Jurnal ECSOFiM. 3 (1): 40-47.
[3] Sujaya, I. N., Dwipayanti, N. M. U., Sutiari, N. K., and Wulandari, L. P. L. 2009. Pembinaan Pedagang Makanan Kaki Lima untuk Meningkatkan Higiene dan Sanitasi Pengolahan dan Penyediaan Makanan di Desa Penatih, Denpasar Timur. PS. IKM Universitas Udayana. 8-15. [Online]. Available: http://ojs.unud.ac.idabstrak/sujaya090102010.pdf.
[4] Makotsi, N., Kaseje, D., Mumma, J., Opiyo, J., and Lukorito, L. 2016. Association of Community Led Total Sanitation to Reduced Household Morbidity in Nyando District. International Journal of Science Basic and Applied Research. 28 (1): 220-230.
[5] Murtini, J. T., Riyanto, R., Priyanto, N., and Hermana, I. 2014. Pembentukan Formaldehid Alami pada Beberapa Jenis Ikan Laut Selama Penyimpanan Dalam Es Curai. JPB Perikanan. 9 (2): 143-151.
[6] Peraturan Menteri Perindustrian RI No. 75/M-IND/PER/7/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
[7] Yuliastri, Y., and Yulianto, A. 2013. Peranan Hygiene dan Sanitasi untuk Menjaga Kualitas Makanan dan Kepuasan Tamu di Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Jurnal Khasanah Ilmu. 4 (2): 1-17.
Published
2020-11-10
How to Cite
ERLIYANTI, Nove Kartika et al. PENERAPAN DAN PENINGKATAN SANITASI MAKANAN PADA PRODUKSI KERUPUK IKAN DI UD SUMBER REJEKI KELURAHAN GUNUNG ANYAR TAMBAK KOTA SURABAYA. LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 4, n. 2, p. 41-47, nov. 2020. ISSN 2655-951X. Available at: <http://logista.fateta.unand.ac.id/index.php/logista/article/view/336>. Date accessed: 26 feb. 2021. doi: https://doi.org/10.25077/logista.4.2.41-47.2020.
Section
Articles