Pemanfaatan Teknologi Vacuum Frying untuk Mendukung Diversifikasi Produk Olahan Makanan Ringan pada UKM di Kec. Koto Balingka, Kab. Pasaman Barat, Prov. Sumatera Barat

  • Andasuryani Andasuryani Jurusan Teknik Pertanian, Universitas Andalas
  • Alhapen Ruslin Chandra Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Padang
  • Renny Eka Putri Jurusan Teknik Pertanian, Universitas Andalas

Abstract

ABSTRAK: Potensi hasil pertanian yang ada di kecamatan Koto Balingka,Kab. Pasaman Barattelah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya dengan melakukan kegiatan pengolahan hasil pertanian menjadi produk olahan makanan ringan seperti keripik. Pada umumnya, bentuk kegiatan usaha yang dilakukan oleh masyarakat masih dalam skala rumah tangga, seperti yang dikelola oleh UKM Umak Havis dan UKM Umak Buyung. Kedua UKM ini, tepatnya berada di Jorong Lubuk Gadang, kecamatan Koto Balingka.Kedua UKM ini hanya menggunakan komoditi pisang dan ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan keripik. Ketergantungan UKM sangat tinggi terhadap komoditi pisang dan ubi kayu. Sementara itu, keberadaan hasil hortikultura lainnya dapat menjadi bahan baku alternatif dalam mendiversifikasikan produk olahan mereka selain pisang dan ubi kayu. Proses produksi dan pengemasan produk yang dilakukan pada kedua UKM ini menunjukkan belum adanya sentuhan teknologi sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang rendah. Melalui kegiatan PKM ini ditawarkan solusi dalam bentuk menyediakan teknologi penggorengan berupa alat vaccum frying dan spinner serta teknologi pengemasan menggunakan hand sealer. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang meliputi tahap pembuatan alat vaccum frying dan spinner, tahap evaluasi kinerja alat, dan tahap introduksi alat dan teknologi pengemasan kepada mitra. Kapasitas maksimum alat vacuum frying adalah 1.5 kg dengan dimensi total 470 mm x 390 mm x 940 mm (p x l x t). Sementara itu, spinner dibuat dengan ukuran 450 mm x 390 mm x 800 mm dengan daya motor penggerak 400 watt. Kegiatan introduksi berjalan dengan lancar dan mitra tertarik dan antusis. Kegiatan ini menambah pengetahuan mitra dalam mendiversifikasikan produk olahan dan proses tranfer teknologi pengemasan sehingga dapat membantu mitra dalam melakukan pengemasan produk yang lebih menarik bagi konsumen.
Kata kunci: Diversifikasi Produk, Teknologi Pengemasan, Vaccum Frying, Spinner.


Utilization of Vacuum Frying Technology to Support Snack Products Diversification of SME in Koto Balingka, Pasaman Barat District, West Sumatra
ABSTRACT: Agricultural products in Koto Balingka sub-district has been used by community by processing the products into snacks such as chips. Generally, the business carried out by the community were in a household scale, such as Small Medium Enterprise (SME) Umak Havis and SME Umak Buyung. These two SMEs, located in Lubuk Gadang vilage, Koto Balingka sub-district. These SMEs only use banana and cassava as a raw material for producing the chips. The dependence of SMEs was very high on the commodity of bananas and cassava. Meanwhile, the presence of other horticultural products could be an alternative raw material in diversifying their processed products. Previously, there is no technology apllied in the production and packaging process carried out on these two SMEs. Therefore, this Community Development Activity offered a solution by providing frying technology consists of a frying and spinner vaccum device and packaging technology using hand sealer. This activity was carried out in several stages which are building the frying and spinner vaccum device, evaluation of devices performance, and introducing the device and packaging technology to partners. The maximum capacity of a vacuum frying device is 1.5 kg with a total dimension of 470 mm x 390 mm x 940 mm (p x l x t). Meanwhile, spinner dimension was 450 mm x 390 mm x 800 mm with a power of 400-watt drive motor. The introduction activities conducted smoothly, and the partners showed their interest and enthusiasm. The activity has broadened the knowledge of partners in diversifying processed products. In addition, it also improves their product packaging become more attractive for the consumer.
Keywords: Product Diversification, Packaging Technology, Vaccum Frying, Spinner.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat. 2017. Statistik Daerah Kecamatan Koto Balingka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat.

[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 1992. SNI 01-2602-1992. Keripik Tempe Goreng.

[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 1996. SNI 01-4279-1996. Keripik Sukun.

[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 1996. SNI 01-4305-1996. Keripik Singkong.

[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 1996. SNI 01-4315-1996. Keripik pisang.

Elinda Y. 2007. Produksi keripik daging dengan perlakuan jenis tepung yang digoreng vakum. Tesis. IPB. Bogor.

Garayo J dan Moreira RG. 2002. Vacuum frying of potato chips. J. of Food Processing Engineering. 55(2):181-191.

Granda C, Moreira RG, Tichy SE. 2004. Reduction of acrylamide formation in popato chips by low-temperature cacuum frying. Journal of Food Science. 69(8): E405-E411.

Lastriyanto A. 1997. Penggorengan Buah secara Vakum (Vaccum frying) dengan Menerapkan Pemvakuman Water Jet. Temu Ilmiah serta Ekspos Alat dan Mesin Pertanian. Cisarua Bogor 27 Februari 1997

Rukmana R. 1995. Terung. Kanisius. Yogyakarta.

Setyawan N. dan Widaningrum. 2013. Pengaruh suhu penggorengan vakum dan cara pembumbuan terhadap karakteristik keripik wortel. J. Pascapanen. 10 (2): 106-115.

Setyawan, N., Widaningrum, D.A. Setyabudi, M. Shaffah, Siswadi, Tisnawati. 2007. Teknologi Pengolahan Sayuran Kering Siap Santap. Laporan Akhir Penelitian. Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian. Departemen Pertanian.

Shyu S.-L, Hau L., Hwang LS. 1998. Effect of vacuum frying on the oxidative stability of oils. Journal of the American Oil Chemists’Society. 75:1393-1398.

Shyu S.-L. dan Hwang L. S. 2001. Effects of processing conditions on the quality of vacuum fried apple chips. Food Research International.34: 133–142.

Troncoso E dan Pedreschi F. 2009. Modeling water loss and oil uptake during vacuum frying of pre-treated potato slices. Journal of Food Science and Technology. 42(6):1164-1173.

Widaningrum dan Setyawan N. 2009. Standarisasi keripik sayuran (wortel) sebagai upaya peningkatan daya saing produk olahan hortikultura. Jurnal Standardisasi [ js.bsn.go.id].
Published
2018-12-28
How to Cite
ANDASURYANI, Andasuryani; CHANDRA, Alhapen Ruslin; PUTRI, Renny Eka. Pemanfaatan Teknologi Vacuum Frying untuk Mendukung Diversifikasi Produk Olahan Makanan Ringan pada UKM di Kec. Koto Balingka, Kab. Pasaman Barat, Prov. Sumatera Barat. LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 17-24, dec. 2018. ISSN 2655-951X. Available at: <http://logista.fateta.unand.ac.id/index.php/logista/article/view/105>. Date accessed: 25 nov. 2020. doi: https://doi.org/10.25077/logista.2.2.17-24.2018.
Section
Articles