""

Angkatan : 2012
Program Studi  : Teknologi Hasil Pertanian
Penghargaan : Bintang Aktivis Fakultas Teknologi Pertanian
Wisuda pada : Periode III Tahun 2017 Tanggal 26 Agustus 2017

 

Imam Fauzan Maulana. Itulah nama yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Lahir 23 tahun silam di Mentawai, 27 Maret 1994. Akrab dipanggil imam dan terlahir  sebagai anak tertua dari pasangan Bapak Yuli Efendi dan Ibu Ernawati.

Pemuda ini memang terlahir jauh di pulau seberang (Mentawai), namun tumbuh dan besar di tanah kelahiran orang tuanya yaitu Pulau Punjung. Di Pulau Punjung, imam menyelesaikan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA. Memang ada kebimbangan diawal kelulusan masa SMA, dikarenakan terkendala biaya jika pendidikan dilanjutkan ke jenjang perguruan tinggi karena nantinya harus ikut bimbel juga dan segala macam jenisnya. Namun takdir memihak pada pemuda yang kesehariannya lebih sering dirumah ini, yang mana malah menjadi satu-satunya siswa IPA SMA N 1 Pulau Punjung yang lulus masuk Universitas Andalas melalui jalur SNMPTN Undangan. Diterima pada strata 1 jurusan Teknologi Hasil Pertanian merupakan hal yang tak pernah ia duga sebelumnya, apalagi mengingat sosoknya yang tidak begitu spesial dan hasil akademik selama SMA yang juga biasa-biasa saja dengan rangking kelas yang tidak pernah jauh-jauh dari angka 7,8,9 atau 10 dari 30 orang siswa dikelasnya.

Berlatar belakang keluarga yang tidak mampu secara finansial, membuat pemuda ini memutar akal untuk mendapatkan beasiswa, alhasil beasiswa yang sudah membantu kehidupan kampusnya selama 5 tahun ini berupa bantuan BAZDA Dharmasraya, Beasiswa PPA, Bantuan Sosial Pemda Dharmasraya dan Bantuan Lazis Unand.

Selama menjadi mahasiswa, pemuda satu ini tidak hanya mengikuti mahasiswa awam umumnya yang kuliah pulang- kuliah pulang. Pernah aktif dibeberapa organisasi mahasiswa di fakultas mampu merubah pribadi pemuda pendiam hemat bicara ini menjadi sosok yang lebih terbuka. Berkiprah sebagai sekretaris umum lembaga dakwah fakultas ISAT Unand pada tahun 2013/2014, kemudian dilanjutkan dengan terpilih sebagai Ketua lembaga legislaltif mahasiswa DPM KM Fateta Unand dalam 2 periode berturut-turut yaitu 2014/2015 dan 2015/2016. Walaupun harus menambah studi menjadi 5 tahun dengan keaktifan imam di beberapa organisasi di kala yang lain bisa selesai dalam 4 tahun, nyatanya tidak memberikan hal yang sia-sia selama ia menjalani kehidupan kampusnya. Sebagai contoh tetap memiliki IPK tergolong memuaskan yaitu  yang mana IPK 3,43 sudah bisa dibawa untuk menjalani kerasnya kehidupan pasca kampus. Bagi imam, prinsipnya adalah agar kita tetap yakin dan berjuang serta perjuangan itu untuk dan selalu tujuannya Allah SWT.